Jl. Mayor Syafrie Rahman Payung. Kec. Payung

EnglishIndonesian

BEST PRACTICE OLEH RIA CAHYA SARI,S.Pd

ria

Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik dalam materi News Item Text Dengan Mengunakan Media Pembelajaran Audio Visual dan Educaplay

Oleh: Ria Cahya Sari, S.Pd, Guru SMA Negeri 1 Payung

 

Praktik pembelajaran ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Payung, salah satu SMA Negeri yang berlokasi di Jl. Mayor Syafrie Rahman, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sekolah pinggiran namun memiliki siswa-siswi yang berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik. Kegiatan ini dilaksanakan pada kelas XII IPA 1 yang mana berjumlah 35siswa dengan rincian 12 laki-laki dan 18 perempuan. Proses pembelajaran pertama dilakukan pada kegiatan PPL aksi 2 pertemuan 1 tanggal 28 Oktober 2022 dan dilanjutkan dengan pertemuan 2 pada tanggal 1 November 2022.

Pembelajaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan membaca peserta didik terkait dengan materi News Item Text melalui model pembelajaran inovatif Problem-based learning (PBL), yang mana siswa kemampuan siswa dalam membaca serta memahami News item text masih sangat rendah.

Latar belakang dari proses pembelajaran ini adalah bagi kebanyakan peserta didik Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran dengan kategori sulit didik karena peserta didik tidak memahami dan sulit mempelajari Bahasa Inggris dikarenakan minimnya kosakata yang mereka miliki, selain itu kurangnya motivasi dan minat peserta didik untuk belajar Bahasa Inggris. Bagi sebagian besar peserta didik merasa bahwa Bahasa Inggris bukanlah mata pelajaran yang penting karena dalam keseharian mereka tidak berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris melainkan menggunakan bahasa daerah ataupun bahasa Indonesia, hal tersebut berdampak pada minimnya semangat peserta didik untuk belajar Bahasa Inggris. Dalam pembelajaran di kelas peserta didik cenderung pasif untuk berkomunikasi dengan guru maupun sesama teman untuk menggunakan Bahasa Inggris karena minimnya kosakata yang mereka miliki serta peserta didik cenderung takut salah ketika mencoba berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Selain itu, minimnya penerapan model-model pembelajaran yang kurang bervariasi, inovatif, dan kreatif serta pembelajaran yang hanya berpusat pada guru. Terkait dengan News Item Text peserta didik sangat minim literasi, dalam konteks News atau berita banyak peserta didik yang acuh dengan keadaan atau berita yang terjadi dalam keseharian mereka, sehingga peserta didik cenderung tidak mengetahui banyaknya berita yang sedang hangat dibicarakan kini. Maka dengan mempelajari News Item Text akan membuka pemikiran dan sudut pandang peserta didik dalam menanggapi berita yang sedang terjadi baik di sekitar mereka ataupun berita dalam skala nasional maupun internasional.

Praktik ini penting untuk dibagikan karena praktik ini sangat bermanfaat bagi bagi saya untuk meningkatkan kompetensi saya sebagai seorang guru yang profesional, terlebih hal ini terkait dengan peserta didik dan cara mengajar di kelas dengan menggunakan metode yang menarik sehingga dapat menjadi inspirasi bagi sesama rekan guru lainnya untuk mengatasi permasalahan yang sama. Atas dasar hal tersebut, maka diharapkan praktik ini dapat memberikan manfaat dan menambah ilmu pengetahuan bagi pembaca.

Adapun peran dan tanggungjawab saya dalam praktik pembelajaran ini adalah berperan sebagai pengajar yang menerapkan metode dan model pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan yang mana sesuai dengan arahan dosen pembimbing dan guru pamong. Dengan peranan saya sebagai seorang pengajar saya bertanggungjawab penuh terhadap proses pembelajaran peserta didik, antara lain berbagai kegiatan yang saya lakukan adalah bertanggungjawab terhadap kondisi kelas, menciptakan ruang belajar yang kondusif sehingga peserta didik nyaman belajar, meningkatkan motivasi belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran yang inovatif, dalam hal ini saya menggunakan Problem-based learning dengan menggunakan media Audio visual dan educaplay untuk menarik minat peserta didik dalam belajar.

Sebagai pengajar maka saya juga mengupayakan pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan serta meningkatkan minat belajar peserta didik, melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dipersiapkan sebelumnya, dan menilai segala aktivitas pembelajaran baik penilaian sikap, pengetahuan, maupun keterampilan dengan harapan tujuan pembelajaran dan hasil belajar dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

Berdasarkan hasil kajian literatur dan wawancara terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru senior, rekan guru; diketahui bahwa tantangan untuk mencapai tujuan pembelajaran ini ialah guru belum menrapkan pembelajaran yang inovatif dan cenderung menggunakan metode ceramah yang mana hanya berfokus pada guru, dalam memulai pembelajaran cenderung belum mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari (kontekstual), model pembelajaran yang diterapkan kurang menarit minat belajar peserta didik, pada saat pembelajaran di kelas belum diarahkan untuk membangun pengetahuan dan berpikir kritis serta membentuk pola kolaboratif guna untuk menemukan konsep materi secara mandiri maupun berkelompok dari peserta didik, serta berbagai alat dan perangkat pendukung pembelajaran seperti infokus, speaker atau alat audio, dan jaringan internet terkadang mengalami kendala pada saat operasional berlangsung.

Adapun yang terlibat dalam proses pencapaian tujuan pembelajaran ini antara lain; Saya sebagai guru sangat berperan dan terlibat dalam mencapai tujuan pembelajaran, dimulai dengan melaksanakan persiapan, menentukan masalah yang akan dibahas, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan evaluasi proses pembelajaran. Guru observer yang berperan untuk mengobservasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran, Kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepa sekolah bidang kepeserta didikan dan wakil kepa sekolah bidang sarana-prasarana yang telah mendukung dalam pelaksanakaan kegiatan baik secara moriil maupun materiil berupa alat pendukung keterlaksanaan pembelajaran di kelas, peserta didik kelas XII IPA 1 yang melaksanakan pembelajaran dengan baik, aktif dan mengikuti alur pembelajaran yang telah dipersiapkan, dan mengikuti evaluasi pembelajaran, dosen pembimbing serta guru pamong yang memberikan arahan dan motivasi dalam setiap rencana untuk mencapai tujuan pembelajaran ini, serta rekan-rekan sesama guru dalam kelompok B3 PPG Dalam Jabatan Kategori 2 program studi Bahasa Inggris Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya 2022 dalam mencapai tujuan pembelajaran yaitu mendukung terlaksananya PPL khususnya dalam persiapan dan proses pembelajaran yang selalu memberikan saran dan menjadi tempat berdiskusi untuk melaksanakan pembelajaran.

Langkah yang dilakukan dalam menghadapi tantangan di atas yaitu menggunakan waktu yang seefisien mungkin dalam menyusun rencana penerapan model pembelajaran yang dituangkan dalam RPP pembelajaran berbasis inovatif. Pembuatan media yang inovatif dimulai dari mempersiapkan presentasi menarik, dalam hal ini saya menggunakan aplikasi canva untuk membuat presentasi powerpont untuk menyajikan materi agar peserta didik tertarik terkait dengan materi yang akan disampaikan. Sebelum memulai kegiatan pembelajaran hal yang penting untuk dilakukan adalah melakukan uji coba alat dan perangkat pendukung pembelajaran, antara lain mengecek infokus, speaker (perangkat audio), jaringan internet. Selain itu hal yang tak kalah penting ialah menyiapkan perangkat perekaman yaitu laptop tambahan untuk zoom, 3 handphone sebagai alat perekaman beserta mengecek kembali jaringan internetnya. Setelah menyiapkan segala perangkat pembelajaran dan perangkat perekaman, hal selanjutnya adalah menyiapkan lembar observasi terkait aktivitas peserta didik pada saat pembelajaran di kelas.

Strategi yang digunakan dalam menghadapi tantangan di atas antara lain; Menggunakan model pembelajaran PBL atau Problem-based Learning dengan metode diskusi kelompok yang melibatkan seluruh peserta didik untuk berdiskusi dan bertukar pikiran antar sesama anggota dalam kelompok. Ketika belajar dalam kelompok masing-masing kelompok harus dapat mengidentifikasi masalah, menganalisis dan mengevaluasi masalah dengan petunjuk yang terdapat pada LKPD yang telah diberikan kepada masing-masing kelompok. Setelah kegiatan dengan metode diskusi dalam kelompok, lalu peserta didik menyajikan hasil diskusi dalam presentasi di depan kelas, ketika menyajikan diskusi kelompok lain dapat memberikan pertanyaan dari hasil presentasi yang telah disajikan sehingga terjadi diskusi antar kelompok yang mana hal tersebut dapat meningkatkan pola pikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.

Pelaksanaan dengan menggunakan metode pembelajaran PBL (Problem based learning) dengan mengacu pada sintaks model yaitu; Orientasi terhadap masalah, mengorganisasi peserta didik, membimbing penyelidikan kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil kerja, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Dalam melaksanakan proses pembelajaran tersebut terdapat beberapa orang yang terlibat, antara lain; Guru sebagai pengajar, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kepeserta didikan dan sarana prasarana, guru observer dalam hal ini, peserta didik kelas XII IPA 1, dosen pembimbing dan guru pamong, rekan-rekan sesama guru PPG Dalam jabatan kategori 2, guru sejawat di sekolah.

Sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini diantaranya: Bahan ajar atau buku panduan belajar Bahasa Inggris kelas XII, media power point yang interaktif, Lembar kegiatan peserta didik (LKPD), alat pendukung pembelajaran antara lain laptop, infokus, papan tulis, dan speaker, pengetahuan penggunakaan media dan teknologi pembelajaran yang terintegrasi dengan materi atau konsep dalam pembelajaran (TPACK).

Dampak dari penerapan model pembelajaran Project-based learning dengan berbasis TPACK menggunakan media power point yang menarik disertai audio visual serta educaplay dapat meningkatkan kemampuan penyelesaian permasalahan dari materi News Item Text, hal ini ditandai dengan hasil kerja peserta didik yang mengalami peningkatan pada saat proses evaluasi serta mulai timbulnya kepercayaan diri peserta didik dalam proses pembelajaran.

Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran didapati berbagai respon baik dari dosen, guru pamong, sesama rekan guru, dan peserta didik, antara lain dapat dirasakan bahwa metode yang diterapkan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik, karena terdapat perubahan dari peserta didik yang awal mulanya pasif menjadi aktif dan mulai berani untuk mengembangkan dirinya dalam pembelajaran.

Faktor keberhasilan dari pembelajaran ini sangat ditentukan oleh kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran yang inovatif dan mendukung peserta didik dalam melaksanakan pembiasaan berpikir kritis serta menyelesaikan soal yang berbasis HOTS dan di dukung oleh media edukatif yaitu educaplay yang terdapat dapa RPP yang telah disiapkan. Berbagai perangkat yang mendukung proses pembelajaran agar dapat terlaksana dengan baik juga menjadi faktor penentu keberhasilkan dari strategi yang dilakukan.

Dari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan terdapat pembelajaran dari keseluruhan proses yang didapatkan, antara lain; guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam menyiapkan pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan dibahas, memulai dengan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari peserta didik agar peserta didik lebih mudah memahami pembelajaran, membiasakan peserta didik agar daoat berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan berfikir tingkat tinggi (HOTS), selain itu guru harus mampu menerapkan pembelajaran berbasis teknologi (TPACK) sehingga pembelajaran lebih kontekstual dan menarik minat belajar peserta didik.

Dengan adanya proses pembelajaran berbasis problem diharapkan menjadikan peserta didik dapat peduli terhadap masalah-masalah yang terjadi di lingkungan sekitar dan kehidupan sehari-hari, sehingga lebih peka terhadap lingkungan, berpikir logis, kritis dan mendetail. Dengan demikian maka sangat penting peranan guru untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif karena akan sangat berdampak pada kemajuan peserta didik dalam belajar dan meningkatkan minat serta kemampuan peserta didik.

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Admin Website